Penyanyi kondang meninggal di hotel, sempat kirim pesan rahasia sebelum ajal menjemput: Aku dipukul
Hampir dua dekade berlalu sejak dunia hiburan Indonesia kehilangan salah satu suara mudanya. Nama Alda Risma kini tinggal kenangan, namun kisah tragis di balik kepergiannya masih terus mengusik ingatan publik.
Pada 12 Desember 2006, kabar duka itu menyebar cepat dan mengguncang Tanah Air. Alda, yang kala itu baru berusia 24 tahun, ditemukan tak bernyawa di kamar 432 Hotel Grand Menteng, Jakarta Timur.
Awalnya, kematian sang penyanyi diduga akibat overdosis obat-obatan terlarang. Namun, dugaan itu perlahan runtuh.
Autopsi Membuka Tabir Kematian
Fakta mencengangkan terungkap setelah jenazah Alda diautopsi. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa ia tewas akibat keracunan psikotropika.
Saat dievakuasi, kondisi tubuh Alda mengeluarkan busa dan darah tanda reaksi hebat zat berbahaya di dalam tubuhnya.
Polisi menemukan berbagai barang bukti di lokasi kejadian: alat suntik, alat kontrasepsi, obat penenang, botol infus, hingga beberapa jenis obat berbentuk kapsul. Pada tubuh Alda sendiri, ditemukan sekitar 20 bekas suntikan.
Dari rekaman CCTV hotel, terungkap bahwa Alda masuk hotel bersama sang kekasih. Namun ketika penyanyi itu ditemukan meninggal dunia, sosok pria yang menemaninya tak lagi terlihat.
Sosok Kekasih yang Jadi Tersangka
Nama Ferry Surya Prakasa kemudian mencuat. Ia adalah kekasih Alda, sekaligus kakak ipar dari aktor Ferry Salim. Meski dituding sebagai pelaku, Ferry sejak awal membantah telah menghilangkan nyawa Alda.
Kasus ini pun bergulir panjang di meja hijau, penuh silang pendapat, bantahan, dan kesaksian yang saling bertolak belakang.
Kesaksian Sang Ibu: Kekerasan yang Disembunyikan
Dalam persidangan, kesaksian ibunda Alda, Halimah, menjadi salah satu momen paling emosional. Dikutip dari Antara (7 Mei 2017), Halimah menyatakan bahwa putrinya mengalami penyiksaan fisik oleh Ferry selama sekitar satu tahun sebelum meninggal dunia.
Pengakuan itu didasarkan pada pesan singkat yang dikirim Alda kepadanya selama sang penyanyi pergi bersama Ferry. Di depan persidangan, Halimah membacakan salah satu SMS tersebut:
"Aku dipukul, ditampar, ditonjok mukaku, aku tidak rela, aku tidak ada salah apapun, aku diancam dan dianiaya,"
Halimah juga menunjukkan kumpulan pesan lain yang menggambarkan penderitaan Alda selama menjalin hubungan tersebut.
Surat Bantahan yang Diperdebatkan
Di sisi lain, pihak Ferry menghadirkan versi berbeda. Pengacara Ferry, Zaky Tandjung, menyebut bahwa Alda pernah membuat surat pernyataan tertulis yang menyatakan dirinya tidak pernah disiksa oleh Ferry.
Menurut Zaky, pernyataan itu dibuat sekitar satu tahun sebelum Alda meninggal dunia, lengkap dengan materai dan tanda tangan Alda.
Dalam dokumen tersebut, juga terdapat tanda tangan dua orang saksi yang identitasnya ditutup dengan tinta hitam.
"Saya sengaja menghitamkan dua saksi tersebut," kata Zaky, dengan alasan keamanan.
Zaky menjelaskan, surat itu dibuat sebagai langkah antisipasi untuk menghindari tuduhan bahwa Ferry melarikan Alda, mengingat hubungan Alda dan ibunya kala itu tengah memburuk.
Kebiasaan Menyuntik Obat dan Bantahan Alat Bukti
Terkait penyebab kematian, Zaky membantah tudingan bahwa Alda tewas akibat cairan putih keruh yang disuntikkan Ferry.
"Cairan putih keruh itu tidak ada dalam daftar alat bukti," kata Zaky.
Ia juga menyebut tidak ada penjelasan medis yang dapat memastikan cairan tersebut merupakan narkotika jenis tertentu. Namun demikian, Zaky mengakui bahwa Alda dan Ferry memiliki kebiasaan saling menyuntikkan obat tidur.
"Yang ada mereka saling suntik, namun disayangkan ujung-ujungnya Alda meninggal," ujarnya.
Vonis, Remisi, dan Akhir Perkara
Dalam proses hukum, Ferry sempat dituntut atas dugaan pembunuhan berencana. Namun tuntutan tersebut gugur, dan ia akhirnya didakwa atas kelalaian yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang.
Ferry dijatuhi hukuman delapan tahun penjara. Namun pada Mei 2011, ia dinyatakan bebas setelah memperoleh remisi selama 19 bulan dari masa penahanan.
Warisan Duka yang Tak Pernah Usai
Kepergian Alda Risma meninggalkan luka mendalam bukan hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi publik yang menyaksikan kariernya terhenti secara tragis.
Hingga kini, kisah kematiannya masih menjadi salah satu tragedi paling kelam dalam sejarah dunia hiburan Indonesia.


0 Response to "Penyanyi kondang meninggal di hotel, sempat kirim pesan rahasia sebelum ajal menjemput: Aku dipukul"
Posting Komentar