Pasang Iklan Gratis

Pemerintah diingatkan segera menyiapkan langkah antisipatif

  Harapan publik agar rupiah bisa menguat atas nilai tukar dolar sekembalinya Presiden dari luar negeri kembali pupus. Angka nilai tukar yang sebelumnya berada pada titik Rp17.800 kini telah tembus ke angka Rp18.000 an. Kondisi ini diyakini berpotensi memberikan tekanan besar terhadap perekonomian Papua.

Karenanya pemerintah perlu berinovasi dan mencari pendapatan lain agar kondisi keuangan daerah tidak terlalu terdampak. Apalagi kenaikan kurs tersebut diperkirakan akan mendorong inflasi, meningkatkan biaya distribusi, dan menurunkan daya beli masyarakat dalam beberapa bulan mendatang.

Pengamat ekonomi sekaligus Dosen Pascasarjana Magister Manajemen STIE Port Numbay Jayapura, John Agustinus, mengatakan dampak penguatan dolar akan lebih terasa di Papua dibandingkan daerah lain karena tingginya ketergantungan terhadap pasokan barang dari luar daerah. Menurutnya, sebagian besar kebutuhan pokok masyarakat Papua masih didatangkan dari luar pulau, bahkan sebagian berasal dari luar negeri.

Ketika dolar menguat dan rupiah melemah, biaya pengadaan barang otomatis meningkat dan berdampak langsung pada harga jual di tingkat konsumen. “Papua memiliki tantangan tersendiri karena biaya distribusi yang tinggi dan ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah. Saat dolar naik, harga barang yang masuk ke Papua ikut meningkat sehingga beban masyarakat menjadi lebih berat,” ujar John, Kamis (4/6).

0 Response to "Pemerintah diingatkan segera menyiapkan langkah antisipatif"

Posting Komentar