Prediksi aktivis Zionis: Tentara Israel perang lawan Mesir 15 tahun ke depan, IM susupi Amerika
Seorang aktivis Zionis ternama memprediksi bahwa Israel akan berperang dengan Mesir dalam waktu 15 tahun ke depan. Aktivis itu beralasan bahwa tantangan strategis berikutnya bagi negara itu akan datang dari kekuatan Muslim Sunni setelah melemahnya Iran dan sekutu regionalnya.
Berbicara di KTT Kebijakan Internasional Jewish News Syndicate (JNS) di Yerusalem, Amiad Cohen, kepala eksekutif Pusat Herut dan tokoh terkemuka di kubu nasionalis Israel, memperingatkan bahwa Mesir dan Turki merupakan ancaman jangka panjang bagi Israel dan Barat secara luas.
"Lima belas tahun dari sekarang, Israel akan berperang dengan Mesir,” kata Cohen kepada para peserta KTT dilanisr Middle East Monitor, Senin (22/6/2026).
Pernyataan Cohen disampaikan selama diskusi tentang prospek strategis jangka panjang Israel dan konfrontasinya dengan Iran serta anggota yang disebut "Poros Perlawanan". Menurut Cohen, fokus sekarang harus bergeser dari kekuatan Syiah ke gerakan politik Sunni.
Cohen berulang kali menggambarkan Ikhwanul Muslimin sebagai ancaman global. Ia mengeklaim bahwa gerakan tersebut mewakili ancaman nomor satu bagi Amerika. Ia memperingatkan bahwa gerakan itu berupaya mendapatkan pengaruh di negara bagian seperti Florida dan Texas.
Cohen tampaknya menyiratkan bahwa New York telah dikuasai oleh Ikhwanul Muslimin sebagai akibat dari kemenangan wali kota Zohran Mamdani.
Cohen juga menunjuk Turki sebagai ancaman yang muncul. Ia mengutip komentar yang ia atribusikan kepada Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan. "Turki sekarang mengambil alih," klaim Cohen.
Ia beralasan bahwa pengaruh regional Ankara yang semakin meningkat harus dilihat sebagai tantangan strategis bagi Israel.
Pernyataan tersebut mencerminkan tren yang berkembang di kalangan politik dan keamanan Israel yang semakin menganggap kekuatan Sunni, khususnya Turki dan Mesir, sebagai musuh di masa depan.
Bulan lalu, mata-mata Israel yang dihukum, Jonathan Pollard, memperingatkan bahwa Turki dan Mesir dapat menjadi target Israel berikutnya setelah melemahnya Iran.
Pollard berpendapat bahwa Ankara menggantikan Teheran sebagai ancaman strategis utama yang dihadapi Israel dan menuduh Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengejar dominasi regional.
Dalam diskusi yang sama, Pollard juga mengidentifikasi Mesir sebagai tantangan potensial di masa depan meskipun perjanjian perdamaian antara Kairo dan Tel Aviv telah berlangsung selama beberapa dekade.
KTT JNS menjadi platform penting bagi tokoh-tokoh konservatif Israel dan internasional, pembuat kebijakan, dan aktivis. Pertemuan tahun ini menampilkan diskusi tentang keamanan regional, masa depan Perjanjian Abraham, Iran, dan konsekuensi geopolitik dari perang Israel di seluruh Timur Tengah.
Israel dan Mesir menandatangani perjanjian perdamaian pada 1979 dan telah mempertahankan kerja sama keamanan selama beberapa dekade. Sementara hubungan antara Israel dan Turki telah berfluktuasi di tengah ketegangan atas Gaza, Yerusalem, dan isu-isu regional yang lebih luas.
Cohen menekankan bahwa Israel harus mempersiapkan diri untuk masa depan di mana tantangan utama negara itu bukan berasal dari aktor Syiah, melainkan dari kekuatan politik Sunni dan kekuatan regional.
“Israel perlu kuat, Amerika perlu kuat,” katanya. “Sayangnya, Amerika lemah.”


0 Response to "Prediksi aktivis Zionis: Tentara Israel perang lawan Mesir 15 tahun ke depan, IM susupi Amerika"
Posting Komentar