Pasang Iklan Gratis

Jenderal IDF ungkap perang baru dengan Iran akan tunda pemilu Israel

 Kepala Staf IDF Letjen Eyal Zamir menegaskan kepada pejabat senior pemerintah dan militer Amerika Serikat bahwa eskalasi militer baru dengan Iran dapat memaksa Israel menunda pemilihan umum, pada 27 Oktober mendatang.

Menurut sumber yang mengetahui pembahasan tersebut, Zamir menyoroti kekhawatiran serius terkait konsekuensi keamanan dan politik dari konfrontasi langsung lainnya dengan Teheran. Ia memperingatkan, pecahnya pertempuran berskala besar yang berdekatan dengan jadwal pemungutan suara dapat membuat penyelenggaraan pemilu tepat waktu menjadi tidak memungkinkan.

Petinggi keamanan Israel sebelumnya telah mengidentifikasi waktu menjelang 27 Oktober sebagai periode yang sangat sensitif. Pertemuan untuk penilaian bersama juga telah digelar pekan ini untuk memastikan pemilu dapat berlangsung dengan aman.

Kapal penyapu ranjau USS Santa Barbara (LCS 32) yang membersamai USS Tulsa (LCS 16) tiba di Singapura sebelum bertolak ke Selat Hormuz pada 18 Maret 2026. - (Warship Cam)

Trump Klaim Diskusi Produktif dengan Iran

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa AS sedang melakukan "diskusi yang produktif dengan Republik Islam Iran."

Hingga saat ini, belum ada kejelasan mengenai bagaimana pembicaraan tersebut berlangsung—apakah melalui perantara atau isu spesifik apa yang sedang dibahas.

Kendati demikian, rumor sempat merebak di Washington dalam beberapa jam terakhir bahwa Trump akan mengumumkan serangan militer terhadap Iran menjelang pemilu sela Kongres pada 3 November.

Spekulasi tersebut memicu kenaikan harga minyak pada perdagangan Kamis pagi. Pernyataan Trump diperkirakan menjadi bagian dari upaya untuk meredakan lonjakan harga tersebut.

Trump menegaskan bahwa AS terus menekan Iran, yang menurutnya telah "hancur secara ekonomi dan militer." Namun, ia juga menyinggung bahwa Iran masih berhasil menyalurkan minyak melalui Selat Hormuz. Dalam 24 jam terakhir, Trump menyebut sekitar 22 juta barel minyak melintasi selat tersebut—jumlah yang melebihi volume sebelum perang dimulai.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Menlu AS Marco Rubio selepas menandatangani keanggotaan di Board of Peace di Gedung Putih, Washington, AS, Rabu (11/2/2026). - (X/Netanyahu)

Kapal Induk USS Abraham Lincoln Kembali ke San Diego

Di sisi lain, kapal induk USS Abraham Lincoln akhirnya tiba kembali di Pangkalan San Diego setelah menyelesaikan tugas operasional selama 265 hari nonstop di laut terkait konflik dengan Iran.

Masa penugasan yang memecahkan rekor tersebut sempat menuai perhatian publik menyusul laporan tingginya tingkat stres di kalangan kru, masalah kesehatan mental, hingga kelangkaan pasokan kebutuhan pokok seperti makanan dan produk sanitasi.

Pihak Angkatan Laut AS (US Navy) menyampaikan kepada Anggota Kongres bahwa delapan prajurit sempat melakukan percobaan bunuh diri selama penugasan tersebut. Meski demikian, para pakar menilai angka tersebut tergolong rendah untuk gugus tempur yang melibatkan sekitar 6.000 prajurit selama 10 bulan.

Pihak Angkatan Laut awalnya sempat menepis adanya masalah teknis dan logistik selama masa penugasan. Pada Agustus lalu, Presiden Trump bahkan sempat berkomentar bahwa masa penugasan USS Abraham Lincoln yang panjang tersebut "masih belum cukup lama."

Posisi USS Abraham Lincoln di kawasan Timur Tengah telah digantikan sejak Agustus oleh kapal induk USS George Washington yang biasanya ditempatkan di kawasan Asia.

0 Response to "Jenderal IDF ungkap perang baru dengan Iran akan tunda pemilu Israel"

Posting Komentar