Kekayaan nilai religi, histori, dan kultur di Istanbul
Bicara mengenai Kota Istanbul di Turki tidak bisa lepas dari citra Masjid Agung Hagia Sofia yang memiliki sejarah yang tak pernah habis untuk digali dan dibahas.
Namun, Istanbul tidak hanya sebatas Hagia Sofia nan legendaris saja. Statusnya sebagai kota yang terletak di perbatasan Eropa dan Asia membuatnya memiliki banyak lokasi yang terus menjadi daya tarik wisata di dalam dan luar negeri.
Sisi “kota tua” dari Istanbul mencerminkan pengaruh budaya dari berbagai kekaisaran yang pernah berdiri di sini.
Peninggalan berupa bangunan-bangunan dengan arsitektur khas masing-masing pemerintahan, mulai dari Kekaisaran Romawi hingga Kekaisaran Ottoman, masih begitu kokoh tak habis digerus zaman.
Tidak mengherankan apabila Istanbul disebut sebagai kota dengan nilai nostalgia yang tinggi serta memberikan kesan romantis di tengah kesibukan area metropolis.
ANTARA bersama AirAsia X dan Badan Pariwisata Turki (TGA) berkesempatan untuk menjelajahi beberapa destinasi menarik di kota yang berada di barat laut Negeri Tanah Kekaisaran ini. Berikut ulasan singkatnya.
Masjid Süleymaniye
Salah satu masjid kekaisaran penting pada era Ottoman, Masjid Süleymaniye, dibangun atas perintah Sultan Suleiman, dan arsitek legendaris Sinan yang mengerjakan pembangunannya.
Dibangun di atas bukit yang mendominasi sisi timur dan barat Istanbul, Masjid Süleymaniye sangat megah karena lokasinya dan ukurannya yang luas.
Masjid ini merupakan masjid terbesar di Istanbul hingga Masjid Çamlıca dibangun pada tahun 2019.
Ciri paling khas dari masjid ini adalah lengkungan bergaris merah dan putih yang cerah, yang menambah sentuhan keanggunan pada interior masjid dengan kehalusan dan simetrinya.
Masjid Sultanahmet atau Masjid Biru
Di dekat kompleks Masjid Agung Hagia Sofia, berdiri pula tempat ibadah yang tidak kalah megahnya, yaitu Masjid Sultanahmet atau yang dikenal dengan sebutan Masjid Biru.
Bangunan ini dijuluki dengan Masjid Biru karena interiornya dipenuhi dengan ubin turquoise khas Anatolia atau Turki bagian Asia yang indah di berbagai sisinya.
Pemandu wisata tim media AirAsia X dan TGA, Aret, mengatakan ubin yang didominasi warna biru dan motif floral arabesque di Masjid Sultanamet tidak lepas dari pengaruh arsitektur dan nilai Islami di Turki.
Dibangun atas perintah Sultan Utsmaniyah Ahmed I pada abad ke-17, Masjid Sultanahmet menampilkan kemegahannya dengan enam menara. Kubahnya yang besar juga menarik perhatian siapa pun yang memandangnya.
Karena nilai historis dan seni yang tinggi inilah, Masjid Sultanahmet pun masuk ke dalam daftar Situs Warisan Dunia UNESCO pada tahun 1985 dengan nama “Kawasan Bersejarah Istanbul”, bersama dengan Hagia Sofia dan Masjid Süleymaniye.
Basilika Cistern
Tidak memerlukan waktu lama untuk beralih dari Masjid Sultanahmet dan Hagia Sofia menuju Basilika Cistern, bangunan kuno nan megah lainnya di Istanbul.
Berbeda dengan masjid-masjid yang telah disebutkan di atas, keindahan Basilika Cistern berada di bawah tanah.
Basilika Cistern merupakan sebuah struktur penyimpanan air bawah tanah besar yang masih ada di Istanbul.
Tempat ini dibangun pada masa pemerintahan Kaisar Justinian I sekitar tahun 542. Karena dulunya ada basilika di sini, maka tempat ini juga disebut Basilika Cistern.
Waduk air bawah tanah yang besar ini juga disebut “Yerebatan Cistern” oleh penduduk setempat karena kolom-kolom marmer bawah tanahnya. “Yerebatan” sendiri berarti Bawah Tanah dalam bahasa Turki.
Para pelancong dapat berjalan-jalan di sepanjang jalan setapak kayu, kolom-kolom kuno, pilar-pilar berukir, dan lengkungan-lengkungan mistis yang ditandai dengan jejak arsitektur lawas di sini.
Cistern ini memiliki daya tarik yang begitu besar sehingga juga digunakan sebagai latar belakang untuk film-film populer Hollywood termasuk film dari serial “James Bond”.
Menara Galata
Menara Galata, yang bisa dibilang merupakan bangunan paling terkenal di cakrawala Istanbul, awalnya dibangun pada tahun 1384 oleh komunitas imigran Italia, terutama dari Genoa.
Selama era Ottoman, menara ini rusak akibat gempa bumi pada tahun 1500-an dan diperbaiki oleh Arsitek Murad bin Hayreddin.
Kini, terlihat bahwa bagian bangunan hingga lantai tiga memiliki karakter Genoa, sedangkan lantai lainnya memiliki pengaruh Ottoman.
Menara setinggi 66,90 m ini merupakan tujuan populer karena pemandangan panorama yang luar biasa dari lantai observasinya.
Museum Mosaik Zeytinburnu
Turki dan mosaik seakan tidak bisa terlepas satu sama lain, di mana kepingan-kepingan masa lampau masih tersusun dengan rapi di masa kini.
Istanbul memiliki salah satu museum yang merawat “puzzle” itu dengan baik, yakni Museum Mosaik Zeytinburnu yang terletak di bekas rumah sakit militer bersejarah, yang sekarang menjadi Pusat Seni Kazlıçeşme.
0 Response to "Kekayaan nilai religi, histori, dan kultur di Istanbul"
Posting Komentar