Pasang Iklan Gratis

Kenapa Jawa Jadi “Java” tapi Sulawesi Tak Jadi “Sulavesi”? Ini Penjelasan Pakar Bahasa

 Lini masa media sosial X ramai membahas mengenai perbedaan nama daerah-daerah di Indonesia dalam bahasa asing.

Warganet menyoroti pergantian huruf "w" dalam pulau Jawa yang diganti menjadi "v" dalam bahasa asing hingga Jawa menjadi Java. Tetapi, mengapa aturan yang sama tidak berlaku untuk penamaan daerah atau pulau lain seperti Sulawesi?

"Kenapa jawa jadi java, tapi sulawesi ga jadi sulavesi? savahlunto? vamena?" tulis akun 

Lantas, bagaimana penjelasan pakar bahasa terkait hal ini?

Penjelasan pakar bahasa soal nama Java

Guru Besar Ilmu Bahasa Universitas Gadjah Mada (UGM) I Dewa Putu Wijana menjelaskan, penamaan pulau Jawa dalam bahasa asing memang menjadi Java.

Sementara itu, kata dia, kata Sulawesi tidak diubah menjadi Sulavesi melainkan Celebes.

"Jawa menjadi Java, Sulawesi (jadi) Celebes kalau tidak salah. Jadi, perubahannya dari (huruf) w menjadi v atau b," jelas Putu saat dihubungi Kompas.com

Dia mengatakan, pengubahan tersebut didasarkan sistem bunyi bahasa penerima.

Lebih jauh, sejarawan Universitas Sebelas Maret (UNS), Harto Juwono menjelaskan bahwa penamaan daerah lebih berkaitan dengan kebiasaan penyebutan bangsa yang memberitakannya.

"Orang Portugis adalah yang pertama memberikan nama Barat pada lokasi di Indonesia seperti Verhala untuk Selat Berhala di Riau," ujar Harto pada Kompas.com

Dia menambahkan, bangsa Portugis juga memberikan nama Borneo untuk Kalimantan, Celebes untuk Sulawesi, Rotee untuk Rote hingga Flores.

Sementara itu, kata dia, bangsa Belanda lebih umum dengan huruf v dibandingkan w.

"Belanda lebih akrab dengan huruf v daripada w sehingga menyebutnya Java," kata dia.

Mengenai aturan penggantian huruf v yang tidak digunakan dalam penamaan asing daerah Timur, Harto mengatakan bahwa hal ini berkaitan dengan masa pendudukan Belanda di sana,

"Wilayah Indonesia timur baru terakhir terkena pengaruh belanda khususnya Papua, sehingga terdapat pembiaran huruf," terang dia.

"Namun demikian, Belanda mengganti nama daerah juga seperti Teluk Bintuni menjadi Teluk Geelvink, dan sebagainya," lanjutnya.


0 Response to "Kenapa Jawa Jadi “Java” tapi Sulawesi Tak Jadi “Sulavesi”? Ini Penjelasan Pakar Bahasa"

Posting Komentar