Letjen Yudi Abrimantyo mundur: tamparan elite yang suka berkelit
Keputusan Letjen Yudi Abrimantyo mundur dariKepala Badan Intelijen Strategis (Kabais) TNI menuai sorotan publik. Di saat banyak pejabat memilih bertahan dan berlindung di balik berbagai dalih, langkah tanggung jawab jenderal Kopassus tersebut justru sebagai bentuk keberanian moral yang semakin langka di Indonesia.
Ketua Umum Pasbata Prabowo David Febrian menyebut, pengunduran diri Letjen Yudi sebagai "tamparan keras" bagi para pejabat yang selama ini tersandung persoalan namun tetap berupaya mempertahankan jabatan. Dia pun mengapresiasi langkah abiturien Akademi Militer (Akmil) 1989 itu.
"Ini bukan sekadar mundur. Ini adalah sikap kesatria. Ini pelajaran terbuka bagi banyak pejabat yang ketika bermasalah justru sibuk mencari pembenaran, memainkan opini, bahkan menyalahkan pihak lain," ucap David dalam siaran pers di Jakarta
Menurut dia, Letjen Yudi menunjukkan standar kepemimpinan yang berbeda, bahwa tanggung jawab kepada rakyat harus ditempatkan di atas kepentingan pribadi maupun jabatan, bahkan sebelum proses hukum selesai.
"Di negeri ini, terlalu sering kita melihat pejabat yang jelas-jelas bermasalah tapi masih bertahan, berkelit, dan menghindar. Letjen Yudi justru melakukan hal sebaliknya. Urusan benar atau salah biar hukum yang membuktikan, tapi tanggung jawab kepada publik tidak bisa ditunda," kata David.
Menurut David, sikap mundur adalah bentuk kepemimpinan sejati yang mulai tergerus praktik politik pragmatis. Dia bahkan menilai, karakter kesatria dengan bertanggung jawab atas kesalahan anak buah, hampir tidak lagi menjadi arus utama di kalangan elite.
"Ini tipe pemimpin yang semakin jarang kita temui. Berani bertanggung jawab tanpa harus dipaksa. Ini bukan soal tekanan, ini soal integritas," ujarnya.
Meski demikian, David mengingatkan agar publik tidak terjebak dalam narasi yang justru mengaburkan substansi kasus. Dia menegaskan, pengunduran diri bukan akhir, melainkan awal dari proses hukum yang harus dikawal secara serius.
"Jangan dibelokkan. Jangan dipelintir seolah ini drama atau manuver. Ini bentuk tanggung jawab. Tapi proses hukum tetap harus berjalan dan kita kawal bersama," jelas David.
Dia menegaskan, Pasbata Prabowo mendukung penuh langkah cepat dan terbuka yang dilakukan oleh Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI. David menyatakan, respons tersebut sebagai bukti bahwa TNI tidak mentoleransi pelanggaran dan serius menjaga kredibilitas institusi.
"Ini wajah transparansi di era demokrasi. Ini harus kita dukung, bukan dicurigai tanpa dasar," ujarnya. David pun mengajak masyarakat untuk menjadikan momentum itu sebagai titik balik dalam membangun budaya tanggung jawab di ruang publik.


0 Response to "Letjen Yudi Abrimantyo mundur: tamparan elite yang suka berkelit"
Posting Komentar