Pasang Iklan Gratis

Alexander Isak mulai buktikan harga Rp2,9 triliun, Liverpool justru punya masalah di lini belakang

 Alexander Isak mulai menunjukkan ketajamannya bersama Liverpool setelah tampil impresif dalam laga pramusim melawan AS Monaco, meski The Reds harus menelan kekalahan 2-3, Minggu (9/8).

Penampilan Isak menjadi angin segar bagi Isak yang belum mampu menunjukkan performa terbaik sejak didatangkan Liverpool dari Newcastle United dengan biaya rekor Inggris sebesar £125 juta (sekitar Rp2,9 triliun) pada musim panas lalu.

Isak sempat mengalami masalah cedera serius setelah mengalami patah kaki hanya tiga bulan setelah bergabung dengan Liverpool.

Kondisi tersebut membuat penyerang asal Swedia itu kesulitan mendapatkan menit bermain secara konsisten.

Pada musim lalu, Isak hanya mencetak empat gol dalam 22 penampilan.

Namun, statistik tersebut perlu dilihat secara lebih mendalam karena sang pemain hanya menghabiskan 1.033 menit di lapangan, atau setara dengan sekitar 11 pertandingan penuh.

Isak kemudian tampil untuk kedua kalinya pada pramusim setelah kembali dari Piala Dunia 2026.

Penyerang berusia 26 tahun itu sebelumnya mencetak satu gol dalam empat penampilan bersama Swedia di turnamen tersebut.

Menghadapi AS Monaco kemarin, Isak menunjukkan performa yang jauh lebih menjanjikan.

Dalam sistem permainan Andoni Iraola yang mengandalkan kombinasi umpan satu sentuhan, Isak terlihat lebih aktif dan terlibat dalam membangun serangan.

Ia bahkan mencetak salah satu gol Liverpool setelah menyelesaikan rangkaian serangan apik.

Isak menerima umpan Ryan Gravenberch sebelum melepaskan tembakan kaki kanan dari jarak sekitar 18 yard yang bersarang di sudut bawah gawang.

Gol tersebut lahir melalui pergerakan yang sangat terorganisasi.

Liverpool memainkan lima umpan satu sentuhan sebelum akhirnya Isak mendapatkan ruang di dalam kotak penalti.

Pola serangan seperti itu dinilai cocok dengan karakter Isak yang memiliki kemampuan membaca ruang sekaligus penyelesaian akhir yang baik.

Menurut sofascore, Isak sangat efektif dengan melesatkan satu tendangan dan berbuah gol.

Gakpo Tampil Menjanjikan

Selain Isak, Cody Gakpo juga menjadi salah satu pemain Liverpool yang tampil menonjol saat menghadapi Monaco.

Pemain asal Belanda tersebut menjadi bagian penting dalam permainan Liverpool selama sekitar satu jam pertandingan.

Gakpo kerap menjadi penghubung dalam rangkaian umpan pendek Liverpool dan membantu menciptakan ruang bagi rekan-rekannya.

Ia juga sempat mendapatkan peluang emas setelah berada di tiang jauh untuk menyambut umpan silang Lewis Koumas.

Namun, tembakannya masih mampu digagalkan kiper Monaco, Lukas Hradecky.

Koumas sendiri dipercaya mengisi posisi yang sebelumnya ditempati Rio Ngumoha.

Pemain berusia 20 tahun tersebut tampil cukup agresif dengan melepaskan empat tembakan dan beberapa kali mengirimkan umpan silang berbahaya.

Koumas juga terlihat aktif mencari bola dan mencoba memberikan ancaman dari sisi kiri.

Namun, ia masih membutuhkan pengalaman sebelum benar-benar menjadi pilihan utama Liverpool.

Federico Chiesa kemudian masuk menggantikannya pada 15 menit terakhir pertandingan.

Pertahanan Liverpool Masih Mengkhawatirkan

Jika lini serang mulai menunjukkan perkembangan positif di bawah Iraola, situasi berbeda justru terlihat di sektor pertahanan.

Liverpool kembali tidak memasukkan Jeremy Jacquet ke dalam skuad karena bek berusia 21 tahun tersebut masih menjalani pemulihan setelah operasi bahu.

Jacquet didatangkan dari Rennes dengan biaya sekitar £60 juta dan telah diproyeksikan menjadi salah satu pemain penting di lini belakang Liverpool.

Namun, hingga kini ia belum mendapatkan menit bermain pada pramusim.

Dengan pertandingan pertama Liverpool di musim baru semakin dekat, minimnya menit bermain Jacquet menjadi perhatian serius.

Terlebih, Liverpool kehilangan Ibrahima Konate yang telah pindah ke Real Madrid.

Pilihan untuk mendampingi Virgil van Dijk juga terbatas karena Joe Gomez dan Giovanni Leoni sedang mengalami cedera.

Wataru Endo sempat dimainkan sebagai bek tengah, tetapi posisi tersebut kemungkinan hanya menjadi opsi darurat.

Kerapuhan lini belakang Liverpool terlihat jelas saat menghadapi Monaco.

The Reds sempat unggul dua gol, tetapi akhirnya harus kebobolan tiga kali dan kalah 2-3.

Kondisi pertahanan semakin rapuh setelah Van Dijk dan Ifeanyi Ndukwe ditarik keluar.

Musim lalu, Liverpool juga kebobolan 53 gol di Liga Inggris.

Karena itu, kedatangan Ronald Araujo dari Barcelona dengan status pinjaman menjadi langkah penting untuk menambah kedalaman lini belakang.

Bek asal Uruguay tersebut diharapkan dapat memberikan pengalaman sekaligus menjadi pasangan yang ideal bagi Van Dijk.

0 Response to "Alexander Isak mulai buktikan harga Rp2,9 triliun, Liverpool justru punya masalah di lini belakang"

Posting Komentar