Pasang Iklan Gratis

Sumber intelijen AS: Iran mulai tebar ranjau laut di Selat Hormuz

  Iran dilaporkan mulai menyebar ranjau laut di Selat Hormuz, menurut dua sumber di kalangan intelijen Amerika Serikat (AS) dikutip CNN, Rabu (11/3/2026). Menurut laporan CNN, belum terlalu banyak ranjau yang disebar Iran namun penyebaran sudah dilakukan beberapa hari terakhir.

Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) , yang kini secara efektif mengendalikan Selat Hormuz bersama dengan Angkatan Laut Iran, memiliki kemampuan untuk mengerahkan serangkaian kapal penebar ranjau, kapal bermuatan bahan peledak, dan baterai rudal yang tersebar di pantai. Sebelumnya, IRGC sudah mengingatkan bahwa kapal yang berani melintasi Selat Hormuz akan diserang dan selat itu telah ditutup oleh Iran sejak perang dimulai.

Sumber CNN menggambarkan situasi Selat Hormuz saat ini seperti sebuah "lembah mati" menimbang risiko yang muncul dari aktivitas perlintasan kapal. Pejabat AS pada Selasa (10/3/2026) mengatakan bahwa Angkatan Laut AS tidak melakukan pengawalan terhadap kapal-kapal di Selat Hormuz, meski sebelumnya Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa ia mempertimbangkan opsi pengawalan itu.

IRGC sebelumnya menyatakan, akan memberikan hak melintas penuh kepada kapal asal negara-negara Arab atau Eropa yang bersedia mengusir duta-duta besar Amerika Serikat dan Israel dari negara mereka. Iran menutup perlintasan Selat Hormuz sejak pecahnya perang dengan AS dan Israel.

"Negara Arab atau Eropa manapun yang mengusir duta-duta besar Israel dan AS dari wilayahnya akan diberikan kebebasan penuh dan hak melintas di Selat Hormuz mulai besok," menurut keterangan tertulis IRGC sebagaimana dilaporkan media pemerintah Iran, Selasa (10/3/2026).

Sementara itu, Amerika Serikat (AS) mengancam akan menyerang Iran "20 kali lebih keras" dari intensitas kali ini jika Teheran memblokade pasokan minyak di Selat Hormuz, kata Presiden Donald Trump.

"Jika Iran melakukan apapun yang menghentikan pasokan minyak di Selat Hormuz, mereka akan diserang oleh Amerika Serikat dua puluh kali lebih keras dari yang mereka hadapi sejauh ini," kata Trump melalui Truth Social, Selasa.

Ia mengatakan bahwa AS juga akan mengincar target-target yang mudah dihancurkan sehingga "akan mustahil bagi Iran untuk membangun negaranya kembali" karena "kematian, api, dan amarah akan berkuasa di atas mereka".

"Tetapi saya berharap, dan berdoa, supaya hal tersebut tak terjadi!" ucap Presiden AS itu.

Trump memandang hal tersebut merupakan "hadiah" dari AS kepada China dan semua negara yang amat bergantung pada kelancaran pelayaran di Selat Hormuz.

"Saya harap langkah ini akan mendapat banyak apresiasi," kata dia.


0 Response to "Sumber intelijen AS: Iran mulai tebar ranjau laut di Selat Hormuz"

Posting Komentar